Luka Robek (Laserasi) dan Penjahitan

Peluang terbesar untuk mendapatkan bekas luka yang rapi dimulai sejak awal. Saat terjadi luka robek (laserasi), luka harus dibersihkan dengan cermat, dan semua kotoran atau serpihan harus diangkat sepenuhnya sebelum kulit dijahit kembali.

Jahitan sebaiknya dipasang berlapis dengan ketegangan yang pas. Jika jahitan ditarik terlalu kencang, jahitan dapat meninggalkan bekas luka yang tampak seperti “rel kereta api”: ada tanda-tanda kecil melintang di kedua sisi garis bekas luka utama.

Contoh jahitan yang terlalu kencang dan harus dilonggarkan untuk mencegah terbentuknya "bekas luka rel kereta api"

Pembersihan yang menyeluruh dan teknik penjahitan yang cermat memberi kulit peluang terbesar untuk sembuh dengan bekas luka yang lebih halus dan setersamar mungkin. Pada beberapa kasus, bila risiko terbentuknya bekas luka tebal (keloid dan bekas luka hipertrofik) tinggi, terapi laser akan disarankan sejak dini setelah penjahitan. Pemeriksaan dan penanganan tepat waktu oleh dokter spesialis dapat membuat perbedaan besar pada cara luka sembuh dan tampilan akhir bekas lukanya.

Kontak Gawat Darurat di Luar Jam Operasional