Operasi Perbaikan Diastasis Recti
Kata “diastasis” berasal dari bahasa Yunani diástasis yang berarti “pemisahan” atau “berdiri terpisah”, sedangkan kata “recti” mengacu pada 2 otot rektus abdominis yang membentang vertikal di bagian tengah perut Anda, dari tulang dada hingga tulang kemaluan.
Penyebab Diastasis Recti (DR) pada Pria:
01
Obesitas Sentral/Lemak Viseral
Massa lemak yang meningkat, terutama lemak viseral, sangat berkaitan dengan sindrom metabolik. Studi menunjukkan bahwa orang dengan lemak viseral yang lebih tinggi memiliki penanda sindrom metabolik yang jauh lebih besar, yaitu resistansi insulin dan profil lipid yang berubah, dibandingkan orang dengan massa lemak yang lebih rendah. Hal ini membuat mereka lebih berisiko mengalami diabetes, penyakit kardiovaskular, dan stroke.
Bagaimana Lemak Viseral Berkontribusi pada Diastasis Recti?
- Lemak viseral dalam jumlah besar mendorong dinding/otot perut dari dalam dan memberi tekanan terus-menerus pada linea alba.
- Seiring waktu, linea alba menjadi tipis dan meregang serta kehilangan kekuatan tariknya, sehingga otot rektus bergeser menjauh dan memisah dari garis tengah, hingga akhirnya meninggalkan celah. Celah ini merupakan titik lemah di bagian tengah yang membuat isi rongga perut menonjol ke depan, sehingga perut tampak bulat dan buncit.
- Banyak pria dengan obesitas viseral juga memiliki otot inti yang lemah. Otot inti bekerja seperti “korset” di dalam tubuh, dan dengan tekanan yang berkepanjangan dari lemak viseral, otot ini akan meregang, menipis, dan melemah.
02
Tekanan Berlebih di dalam Rongga Perut
03
Kecenderungan Genetik
04
Riwayat Operasi Perut
Mengalami otot inti yang lemah atau "perut buncit"? Cari tahu apakah Anda kandidat untuk operasi perbaikan diastasis recti.
Ciri Umum Diastasis Recti pada Pria
- Tonjolan berbentuk kubah atau gundukan di garis tengah saat melakukan gerakan seperti sit-up
- Perut bulat yang menonjol meskipun lengan dan kaki ramping
- Nyeri punggung bawah atau otot inti yang tidak stabil
- Postur yang buruk atau perut yang tampak “menggantung”
Bagaimana Kondisi Ini
Didiagnosis?
Karena kebanyakan orang mungkin ragu menekan perutnya sendiri, jika Anda menduga mengalami diastasis, sebaiknya minta dokter/tenaga kesehatan profesional melakukan pemeriksaan fisik yang menyeluruh dan memeriksa apakah ada celah di antara otot rektus perut Anda.
Pemeriksaan Fisik:
Pemeriksaan USG:
Di klinik saya, saya menggunakan USG untuk mengukur:
- lebar diastasis
- ketebalan lemak perifer (lemak di antara kulit dan otot)
- ketebalan otot rektus abdominis: otot yang lebih tipis biasanya lebih lemah, sedangkan otot yang lebih tebal biasanya lebih kuat. Informasi ini dapat memberi gambaran umum tentang kekuatan otot perut Anda.
Pemeriksaan fisik juga dikombinasikan dengan “analisis komposisi tubuh” bioimpedansi, yang akan memberikan hasil pengukuran kadar lemak viseral di perut Anda dan massa otot Anda secara keseluruhan.
Pemeriksaan lain:
Saat konsultasi, bila ada dugaan hernia, saya akan menyarankan CT scan perut.
Apa yang Dapat Dilakukan untuk Menangani Diastasis Recti pada Pria?
Tergantung hasil pemeriksaan, banyaknya lemak perifer, serta tujuan kesehatan dan estetika pasien, pilihannya adalah:
- Perbaikan diastasis secara laparoskopi disertai sedot lemak (liposuction) pada lemak perifer perut.
- Abdominoplasti/tummy tuck (operasi pengencangan perut, yaitu mengangkat kulit dan lemak perut berlebih) disertai perbaikan diastasis melalui sayatan tummy tuck.