Perawatan Bekas Luka SNaFFL™ (Subcision NanoFat Fractional Laser)

Langsung ke ↓

Bekas jerawat tidak hanya memengaruhi tekstur permukaan kulit. Pada banyak pasien, bekas luka cekung tetap ada karena serabut fibrosa menambatkan kulit ke jaringan yang lebih dalam. Tambatan fibrosa ini menarik kulit ke bawah, sehingga menimbulkan bayangan, kontur yang tidak rata, dan cekungan yang terlihat, yang mungkin tidak sepenuhnya membaik hanya dengan laser, microneedling, atau perawatan kulit.

Berdasarkan pengalaman bertahun-tahun merawat semua jenis bekas luka (cekung, atrofik, hipertrofik, hingga keloid) dengan berbagai tingkat keparahan, Dr Pearlie Tan mengembangkan dan menyempurnakan pendekatan perawatan yang menggabungkan pelepasan struktur bekas luka, transfer NanoFat yang bersifat regeneratif, dan resurfacing CO2 fraksional untuk bekas luka cekung dan bekas luka “tertambat” (tethered scar).

Pendekatan kombinasi ini dikenal sebagai perawatan SNaFFL™ (Subcision, NanoFat and Fractional Laser). Perawatan ini menggabungkan pelepasan bekas luka, transfer lemak regeneratif, dan resurfacing CO2 fraksional untuk menangani bekas luka tertambat di beberapa lapisan kulit.

Perawatan ini dirancang untuk pasien dengan bekas jerawat tertambat, bekas luka atrofik akibat trauma, dan bekas luka cekung lainnya yang lekukannya disebabkan oleh fibrosis di bawah kulit.

Perawatan bekas jerawat tertambat di Singapura
Bekas jerawat tertambat disebabkan oleh serabut fibrosa di bawah kulit yang menarik permukaan kulit ke bawah.

Apa Itu Bekas Jerawat "Tertambat"?

Bekas luka tertambat terbentuk ketika peradangan akibat jerawat atau cedera kulit merusak struktur kulit yang lebih dalam selama penyembuhan. Saat jaringan parut terbentuk, serabut fibrosa dapat menambatkan kulit ke jaringan di bawahnya.

Hal ini menimbulkan efek tarikan yang membuat permukaan kulit tetap cekung.

Bekas luka tertambat umumnya terlihat pada:

  • Bekas jerawat tipe rolling 
  • Bekas jerawat cekung tipe boxcar 
  • Bekas jerawat pascaperadangan 
  • Bekas luka cekung akibat trauma 
  • Bekas luka operasi yang cekung 

Bekas luka ini sering kali bersifat struktural, bukan sekadar di permukaan. Artinya, meskipun tekstur kulit membaik setelah perawatan resurfacing, cekungan yang terlihat dapat tetap ada bila tambatan di bawahnya masih utuh.

Mengapa Sebagian Bekas Jerawat dan Bekas Luka Cekung Tetap Ada Meskipun Sudah Menjalani Perawatan Laser?

Bekas jerawat yang tidak membaik setelah laser
Resurfacing permukaan saja mungkin tidak sepenuhnya memperbaiki bekas luka yang tertambat di bawah kulit.

Resurfacing laser dan perawatan stimulasi kolagen terutama menyasar permukaan kulit dan lapisan dermis atas. Namun, bila serabut fibrosa yang tebal terus menarik kulit ke bawah, cekungan struktural dapat tetap ada. Inilah salah satu alasan sebagian pasien hanya melihat perbaikan sebagian meskipun telah menjalani berbagai prosedur laser atau resurfacing kulit.

Pada pasien tertentu dengan bekas luka tertambat, melepaskan tambatan fibrosa di bawah kulit dapat membantu memperbaiki kontur yang tidak rata secara lebih menyeluruh, sebagai bagian dari pendekatan perawatan kombinasi.

Teknik Pelepasan Bekas Luka dan Transfer Lemak

Regeneratif Dr Pearlie (SNaFFL™)

Berdasarkan pengalaman klinis bertahun-tahun merawat semua jenis bekas luka (bekas jerawat, atrofik, cekung, akibat trauma, hipertrofik, hingga keloid) dengan berbagai tingkat keparahan dan kedalaman, Dr Pearlie menyempurnakan dan mengembangkan teknik yang berfokus pada aspek struktural sekaligus regeneratif dari perawatan bekas luka.

Pendekatan ini menggabungkan:

Pengambilan lemak untuk transfer NanoFat
Transfer lemak menggunakan lemak tubuh sendiri untuk memperbaiki tekstur bekas luka dan menyamarkan tampilan bekas luka yang cekung atau tertambat.
  • Pengambilan lemak: Lemak umumnya diambil dari perut bagian bawah atau paha dengan bius lokal. Pasien tetap sadar dan merasa nyaman selama proses berlangsung.
  • Pelepasan mekanis serabut bekas luka yang tertambat: Bius lokal disuntikkan ke area perawatan. Dengan kanula khusus berujung tajam, serabut fibrosa yang menambatkan bekas luka ke jaringan yang lebih dalam dipotong dan dilepaskan dengan cermat di bawah kulit. Hal ini memungkinkan bekas luka yang cekung terangkat.
  • Transfer nanofat regeneratif: Dengan sistem pemurnian khusus, lemak yang diambil diolah menjadi nanofat yang halus dan langsung disuntikkan setelah bekas luka dilepaskan. Teknik ini membentuk lapisan pembatas biologis yang mencegah bekas luka tertambat kembali. Sementara itu, sel punca dari jaringan lemak (ADSCs) yang sangat terkonsentrasi bekerja meregenerasi kulit dari dalam, sehingga kulit tampak jauh lebih halus dan lembut.
  • Resurfacing CO2 fraksional (bila sesuai): Segera setelah transfer nanofat, resurfacing CO2 fraksional dilakukan untuk membantu menyempurnakan tekstur dan merangsang pembaruan kolagen lebih lanjut. Intensitasnya disesuaikan dengan tingkat keparahan bekas luka Anda, dan sebagian pasien mungkin memerlukan energi hingga 60W.

Karena bekas jerawat atau bekas luka cekung sering kali melibatkan beberapa lapisan kulit, perawatan disesuaikan dengan jenis bekas luka, tingkat fibrosis, ketebalan kulit, dan perawatan yang pernah dilakukan sebelumnya.

Subsisi dan transfer NanoFat: serabut fibrosa bekas luka dilepaskan dengan jarum subsisi, lalu NanoFat ditempatkan untuk mencegah jaringan bekas luka melekat kembali
Perlekatan bekas luka yang tebal di bawah kulit dilepaskan dengan cermat selama perawatan.

Pelepasan Struktural Serabut Fibrosa Bekas Luka

Selama prosedur, kanula khusus berujung tajam digunakan di bawah kulit untuk melepaskan serabut fibrosa yang menambatkan bekas luka ke bawah. Langkah ini sangat penting pada pasien dengan fibrosis yang padat atau bekas luka tertambat yang sudah lama, yang memiliki perlekatan tebal.

Setelah tambatan ini dilepaskan, kulit dapat terangkat untuk langkah berikutnya. Prosedur ini biasanya dilakukan dengan bius lokal.

Mengapa NanoFat Ditempatkan setelah Pelepasan Bekas Luka?

Setelah serabut bekas luka yang tertambat dilepaskan, NanoFat yang telah diolah dan dimurnikan ditempatkan secara terarah di ruang yang terbentuk di bawah bekas luka.

Langkah ini memiliki dua tujuan:

  • Membentuk lapisan jaringan lunak di bawah jaringan parut yang telah dilepaskan, untuk mengurangi kemungkinan bekas luka melekat kembali 
  • Menghantarkan sel punca dari jaringan lemak (ADSCs) yang mendukung pembentukan ulang kolagen, sehingga tekstur kulit lebih lembut dan tampak lebih halus. 

4 Pilar Regenerasi Nanofat

  • Sumber kekuatan sel: Nanofat sangat kaya akan sel punca dari jaringan lemak (ADSCs) dan faktor pertumbuhan penting yang memicu perbaikan jaringan dalam.
  • Pemulihan dermis: Tidak seperti transfer lemak konvensional, nanofat berfokus pada biostimulasi, yaitu meningkatkan elastisitas dan ketebalan kulit dengan mendorong produksi kolagen dan elastin alami.
  • Dukungan pembuluh darah: Nanofat mendorong neovaskularisasi (pembentukan pembuluh darah baru), sehingga aliran darah ke area yang dirawat meningkat untuk menyegarkan kulit yang kusam dan mempercepat penyembuhan jaringan yang berbekas luka atau rusak.
  • Tekstur yang lebih halus: Dengan bekerja di tingkat mikroskopis, nanofat secara efektif menyamarkan garis halus dan bekas luka, sehingga permukaan kulit kembali tampak muda, sehat, dan bercahaya.
Proses transfer lemak: lemak diambil, dimurnikan, lalu disuntikkan di bawah kulit untuk memperbaiki tekstur kulit dan bekas luka
NanoFat yang telah dimurnikan mengandung komponen sel regeneratif yang digunakan dalam perawatan bekas jerawat.

Dr Pearlie menggunakan proses pembilasan sel khusus yang steril dengan sirkuit tertutup, yang menyaring komponen yang tidak diperlukan (minyak berlebih, darah, dan kotoran). Hasilnya adalah “bio-filler” murni yang kaya potensi regeneratif dan bebas kontaminan. Dengan menghindari sentrifugasi yang keras atau bahan kimia tambahan, Dr Pearlie memastikan hanya elemen regeneratif yang paling layak dan sangat terkonsentrasi yang disuntikkan untuk peremajaan kulit.

Di Singapura, pengambilan lemak untuk transfer lemak hanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah plastik yang terakreditasi Kementerian Kesehatan Singapura (MOH), karena mereka memiliki latar belakang dan pelatihan untuk melakukan prosedur khusus ini.

Resurfacing Laser CO2 Fraksional setelah Pelepasan Bekas Luka

Cara kerja laser CO2 fraksional pada kulit: zona perawatan mikroskopis dan kolagen baru
Bekas jerawat sering kali melibatkan beberapa lapisan kulit yang memerlukan pendekatan perawatan berbeda.

Tergantung tingkat keparahan bekas luka dan kondisi kulit, resurfacing laser CO2 fraksional dapat dimasukkan sebagai bagian dari perawatan kombinasi.

Dr Pearlie menggunakan laser CO2 fraksional berdaya tinggi yang mampu menghasilkan daya hingga 60W, sistem yang sama dengan yang ia gunakan di Singapore General Hospital (SGH) dan Sengkang General Hospital (SKGH). Rentang energi yang lebih tinggi memberi keleluasaan lebih besar dalam menyesuaikan perawatan untuk berbagai kedalaman bekas luka dan ketebalan kulit.

Resurfacing fraksional umum digunakan bersama pelepasan struktural bekas luka untuk menangani:

  • Tekstur permukaan yang tidak rata 
  • Pori-pori besar 
  • Tekstur kulit yang tidak merata 
  • Sisa bekas jerawat atau bekas luka cekung yang dangkal 
  • Pembentukan ulang kolagen 

Karena bekas jerawat sering kali melibatkan beberapa lapisan, menggabungkan pelepasan struktural dengan resurfacing dapat membantu menangani komponen bekas luka yang dalam maupun yang dangkal.

Sebagian bekas jerawat tetap ada karena serabut fibrosa menambatkan kulit ke bawah, sehingga tidak membaik meskipun sudah berulang kali menjalani laser atau subsisi saja. Pelajari pelepasan bekas luka, transfer NanoFat, dan resurfacing laser CO2.

Jenis Bekas Luka Apa Saja yang Dapat Ditangani dengan Perawatan Bekas Luka SNaFFL™?

Pendekatan perawatan ini sesuai untuk:

  • Bekas jerawat tipe rolling: bekas luka tipe rolling umumnya berkaitan dengan tambatan fibrosa di bawah kulit.
  • Bekas jerawat cekung tipe boxcar: sebagian bekas luka tipe boxcar dapat memiliki perlekatan bekas luka yang menyebabkan lekukan terlihat.
  • Bekas luka akibat trauma: cedera yang melibatkan fibrosis di bawah kulit dapat sembuh dengan cekungan yang tertambat.
  • Bekas luka operasi atrofik: sebagian bekas luka operasi menjadi tipis dan melekat ke struktur di bawahnya, sehingga tampak “masuk ke dalam”.
  • Pola bekas luka campuran: banyak pasien memiliki kombinasi bekas luka tertambat, atrofik, dan bertekstur yang memerlukan perencanaan perawatan yang disesuaikan.
Jenis bekas luka yang dapat dirawat dengan subsisi: bekas jerawat, bekas luka cekung akibat trauma, dan bekas luka operasi atrofik
Pelepasan struktural bekas luka dapat digunakan untuk bekas jerawat, serta bekas luka cekung akibat trauma dan operasi.

Apa yang Dapat Diharapkan selama Pemulihan setelah Perawatan

Pemulihan bervariasi tergantung luasnya perawatan yang dilakukan. Secara umum, pasien dapat mengalami:

  • Bengkak 
  • Memar 
  • Nyeri sementara saat disentuh 
  • Permukaan sedikit tidak rata selama penyembuhan 

Keluhan ini biasanya membaik secara bertahap dalam beberapa hari hingga minggu. Karena pembentukan ulang kolagen dan penyembuhan regeneratif berlangsung bertahap, perbaikan bekas luka biasanya terjadi secara perlahan, bukan seketika. Pada masa awal pemulihan, pasien biasanya disarankan untuk menghindari olahraga berat, berkeringat berlebihan, dan menyentuh atau memijat area yang dirawat tanpa perlu.

Mengapa Perawatan Kombinasi

Sering Diperlukan untuk Bekas Jerawat?

Bekas jerawat jarang hanya melibatkan satu lapisan kulit. Banyak pasien memiliki kombinasi dari:

  • Serabut bekas luka yang tertambat 
  • Hilangnya volume 
  • Tekstur yang tidak rata 
  • Pori-pori besar 
  • Masalah permukaan yang memerlukan resurfacing 

Karena itu, perawatan kombinasi sering kali diperlukan. Tergantung pola bekas lukanya, perawatan dapat dikombinasikan dengan:

  • Resurfacing fraksional 
  • Prosedur stimulasi kolagen 
  • Transfer lemak regeneratif 
  • Teknik revisi bekas luka 
  • Prosedur peremajaan kulit 

Perencanaan perawatan disesuaikan untuk setiap pasien berdasarkan tingkat keparahan bekas luka, kondisi kulit, dan tujuan perawatan.

Berapa Biaya Perawatan Bekas Luka SNaFFL™ di Singapura?

Biaya Perawatan Bekas Luka SNaFFL™ bervariasi tergantung beberapa faktor:

  • Luas dan tingkat keparahan bekas luka: pasien dengan tambatan yang lebih luas atau fibrosis yang lebih dalam mungkin memerlukan perawatan yang lebih ekstensif, yang dapat memengaruhi biaya keseluruhan.
  • Komponen yang disertakan: perawatan dapat menggabungkan pelepasan bekas luka, transfer NanoFat, dan resurfacing CO2 fraksional. Kombinasinya disesuaikan dengan pola bekas luka setiap pasien, dan biayanya mencerminkan komponen yang dilakukan.
  • Jumlah sesi: sebagian pasien cukup dengan satu sesi yang menyeluruh, sedangkan pasien dengan bekas luka yang lebih kompleks mungkin memerlukan perawatan bertahap.

Biaya Perawatan Bekas Luka SNaFFL™ mulai dari S$3.000. Rincian biaya akan diberikan setelah konsultasi dengan Dr Pearlie, setelah jenis bekas luka dan rencana perawatan Anda dinilai.

Buat Janji Konsultasi

Di Pearl Plastic Surgery, perencanaan perawatan disesuaikan dengan luas dan tingkat keparahan bekas luka. Karena bekas luka tertambat sering melibatkan perubahan struktural di bawah kulit, penilaian yang mendetail penting untuk menentukan apakah pelepasan bekas luka, transfer NanoFat regeneratif, dan resurfacing fraksional sesuai untuk Anda.

Jika Anda memiliki bekas luka cekung yang menetap dan belum membaik secara memuaskan dengan perawatan sebelumnya, konsultasi dengan Dr Pearlie dapat membantu Anda memahami penyebab bekas luka Anda dan pilihan perawatan yang tersedia.

Buat janji konsultasi dengan kami untuk membahas kekhawatiran Anda dan mendapatkan rencana perawatan yang dipersonalisasi.

Buat janji konsultasi di Pearl Plastic Surgery, Singapura
Tidak ada dua bekas luka yang sama. Pendekatan Dr Pearlie dimulai dengan penilaian menyeluruh terhadap jenis, letak, dan kedalaman bekas luka Anda sebelum perawatan apa pun disarankan.

Pelajari lebih lanjut tentang Perawatan Bekas Luka SNaFFL™

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah prosedurnya terasa sakit?

Bius lokal biasanya digunakan agar Anda tetap nyaman selama perawatan.

Tidak. Teknik ini juga dapat sesuai untuk bekas luka cekung tertentu akibat trauma atau operasi yang melibatkan tambatan di bawah kulit.

Ya. Bahkan bekas jerawat yang sudah lama pun masih dapat merespons perawatan. Hasilnya bervariasi tergantung jenis bekas luka, tingkat fibrosis, dan kondisi kulit.

Tingkat perbaikan bervariasi tergantung jenis bekas luka, tingkat keparahan, dan respons penyembuhan.

NanoFat membantu mengurangi perlekatan kembali jaringan parut yang telah dilepaskan, sekaligus meregenerasi kulit melalui sel punca dari jaringan lemak (ADSCs) yang memperbaiki kualitas dan tekstur kulit.

Bekas jerawat tertambat terbentuk ketika peradangan merusak struktur kulit yang lebih dalam selama penyembuhan, sehingga terbentuk serabut fibrosa bekas luka di bawah kulit.

Sebagian bekas jerawat ringan dapat membaik dengan perawatan nonbedah seperti laser, prosedur stimulasi kolagen, atau resurfacing kulit. Namun, bekas luka dengan tambatan yang lebih dalam di bawah kulit mungkin memerlukan teknik pelepasan struktural bekas luka.

Pelepasan bekas luka menangani tambatan struktural di bawah kulit, sedangkan resurfacing menyasar tekstur permukaan yang tidak rata dan merangsang pembentukan ulang kolagen.

Subsisi adalah salah satu metode untuk melepaskan serabut bekas luka yang tertambat di bawah kulit. Teknik pelepasan bekas luka dapat berbeda dalam hal alat yang digunakan, kedalaman perawatan, dan perawatan regeneratif yang menyertainya.

Resurfacing CO2 fraksional membantu memperbaiki tekstur dan bekas luka yang dangkal, tetapi bekas luka tertambat yang lebih dalam sering kali memerlukan perawatan struktural tambahan di bawah kulit.

Transfer lemak sebaiknya dilakukan oleh dokter bedah plastik yang terlatih, dengan teknik pengambilan lemak yang aman dan pengolahan lemak yang cermat. Kesesuaian dan risikonya dinilai untuk setiap pasien saat konsultasi.

Jumlah sesi bervariasi tergantung tingkat keparahan bekas luka, fibrosis, dan tujuan perawatan.

Bengkak dan memar awal dapat membaik dalam beberapa hari hingga minggu, sedangkan pembentukan ulang kolagen dan perbaikan bekas luka terus berlangsung secara bertahap seiring waktu.

Bekas jerawat itu sendiri tidak “kembali”, tetapi pada beberapa kasus, jaringan parut yang telah dilepaskan dapat melekat kembali secara bertahap selama penyembuhan. Inilah salah satu alasan transfer dan penempatan lemak regeneratif dilakukan setelah pelepasan bekas luka.

Perawatan Bekas Luka SNaFFL™ adalah prosedur kosmetik dan tidak ditanggung oleh MediSave atau asuransi. Silakan bicarakan dengan tim kami saat konsultasi untuk membahas pilihan pembayaran.

*MediSave hanya berlaku bagi Warga Negara dan Penduduk Tetap Singapura. Selengkapnya